Selasa, 12 Des 2017, 6:52:38
Main » 2014 » Juni » 4 » SEJARAH ISLAM
9:53:45
SEJARAH ISLAM

Bangsa Arab adalah Turunan Samiah.

Asal usul mereka pada 2 (dua) cabang keturunan

  1. Keturunan Khatan,Datang dari timur sungai Efrat,lalu berdiam di Yaman.Diantaranya kerajaan mereka adalah kerajaan Saba’a,yang tersebur dalam Kitab Al Quran dan Taurat.
  2. Keturunan ’Adnan.,Berdiam di Mekah dan sekitarnya,daripada mereka inilah lahir  keturunan kaum Quraisy.

Sebahagian bangsa Arab menyembah berhala,360 berhala terdapat di sekitar Kabah.Pada Abad 4 Masehi,masuklah agama Nasrani ke tanah Arab melalui Syria dan Yaman.Tiada lama sebelum agama Islam lahirlah dalam masyarakat Arab beberapa cendekia yang berusaha melepaskan bangsa Arab dari berhala.diantaranya adalah Umaiyah bin Abi Shalt,Waraqah bin Naufal,Qus bin Saidah.Mereka meyakin adanya Tuhan Yang Maha Esa dan dtangnya hari berbangkit.

Pada 20 Juli 571 Masehi,lahirlah Nabi Muhammad SAW.Ayahnya bernama Abdullah bin Abdul Muthalib bin Hasyim bin Abdul Manaf bin Qusay,dari kabilah Quraisy.Ibunya bernama Aminah bin Wahab bin Abdul Manaf juga dari keturunan Quraisy.

Ayahnya beliau sebelum lahir dan ibunda juga wafat disaat beliau berumur sekitar 6 (enam) tahun.Beliau dipelihara kemudian oleh Abdul Muthalib,seorang pemimpinj Quraisy,namun pada usia beliau 9 (sembilan) tahun,Abdul Muthalib meninggal dunia.Kemudian beliau dipelihara dan dibesarkan oleh paman beliau yakni Abu Thalib.Saat kecil beliau bekerja sebagai penggembala domba di Mekah, dan sesudahnya berniaga  ke negeri Syam (Syria).

Dalam perniagaannya,beliau berkenalan dengan Khadijah,seorang janda dari bangsawan mekah,anak perempuan dari Khuwalid.Beliau karena ketekunan dan kejujurannya di beri modak perniagaan,dan akhirnya menikah dengan Khadijah pada saat umur beliau menginjak 25 (dua puluh lima ) tahun dan Khadijah berusia 40 (empat puluh ) tahun.

Semenjak kecil Junjungan nabi Muhammad tidak pernah melakukan perbuatan rendah kaum Mekah yang menyembah berhala,dan lebih suka menyendiri di sebuah gua,yang terletak di luar kota Mekah yaitu Gua Hira’.

Suatu ketika disaat beliau sedang bersemedi di Gua Hira’,turnlah malaikat Jibril menyampaikan wahyu pertama.”Iqra” (bacalah),beliaupun menjawab,”Ma ana biqari”(Aku tidak bisa membaca).Malaikat Jibril mengulang dengan perkataan ”Iqra” dan kembali di jawab oleh Nabi ”Ma ana biqari”.Kemudian Malaikat Jibril melanjutkan,”Iqra bismikallazi khalaq,khalaqal insana min alaq,Iqra marabbukal akram,Allazi ’allana bil qalam,’Alam insana malam ya’lam”.

BEBERAPA lamanya wahyu itu terputus,hingga turun wahyu kedua untuk menyeru agar Baginda mengajak umat manusia kepada Islam.”Ya ayyuhal mudatsir,Qum fanzir”.(Hai orang yang berselimut,bangun dan mengajarlah”.Mulailah saat itu nabni Muhammad menyeru manusia agar bertuhid kepada Allah dan menganut dan memeluk Islam sebagai agama yang benar.  

Pada mulai pertama,seruan beliau di ikuti oleh kerabat dekat beliau saja seperti Khadijah,istri beliau dan paman beliau yaitu Ali bin AbiThalib,selanjutnya di ikuti kemudian oleh beberapa orang pemimpin Quraisy,Abu Bakar,Usman bin Affan,Zubair bin Awwam,Saadbin Abi Waqas serta Abdurrahman bin Auf.

Hal ini menimbulkan kebencian oleh kaum Quraisy dikarena berhala adalah sumber pencaharaian kekayaan mereka,mereka berusaha menganiaya dan akan membunuh Nabi Muhammad SAW,diantara mereka terdapat paman belaiu sendiri yaitu Abu Lahab.

Tatkala aniaya kaum Quraisy makin besar,hijrahlah pengikut beliau atas anjuran Nabi Muhammad SAW ke negeri Harsyi (Ethiopia)Mereka hijrah sekitar 100 orang dan tak lama kemudian kembali ke Mekah.Ini adalah Hirah Pertama dalam penyebaran Islam.Adapun Hirah Kedua dilakukan karena Baginda nabi telah ”kehilangan” istri beliau yaitu Siti Khadijah dan paman beliau Abu Thalib karena meninggal dunia.dengan didahului oleh sahabat-sahabat,beliau hijrah ke negeri Yastrib.Tatkala kaum Quraisy mengetahui hal ini,mereka berusaha menghalangi dan akan membunuh beliau,namun atas pertolongan Allah SWT,beliau dengan Abu Bakar selamat dan dapat keluar dari kota Mekah hingga ke Yastrib,sedang Ali bin Abi Thalib di tinggalkan di tempat tidur beliau sendiri.Sejak itu kota Yastrib dinamai ”Madinatul Rasul” (Madinah / Kota Rasul),sedang hari hijrah tersebut (16 Juli 622 M) dinamai Tahun Hijrah.Yang pertama menetapkan Tahun Hijrah ini adalah Khalifah Umar bin Khatab.Para sahabat yang datang dari Mekah disebut Muhajirin,sedang kaum yang menyambut beliau di Madinah di sebut Kaum Anshar (penolong).Dari sinilah nabi Muhammad mulai mengatur kota Madinah hingga Islam pun berkembang dengan sangat pesat.

Akan hal perkembangan Islam yang sangat pesat ini menimbulkan kebencian yang amat sangat pada kaum Quraisy,dan karena nya mereka manghalangi umat Islam melaksanakan ibadah haji ke Baitul Haram.Nabi kemudian memutuskan untuk merintangi perniagaan orang Quraisy ke negeri Syam (Syria),guna melemahkan kekuatan mereka,hingga terjadi pertempuran antara umat Islam dengan kaum Quraisy yang terkenal dengan nama Perang Badr.Jumlah umat Islam hanya 300 orang sedang kaum Quraisy berjumlah 1000 orang.namun dengan pertolongan Allah SWT unat islam memperoleh kemenangan.Syuhada yang gugur hanya berjumlah 14 orang sedang kaum Quraisy yang tewas berjumlah 70 orang,yang mana pada pertempuran ini kaum Quraisy dipimpin oleh Abu Sofyan.Pertempuran ini terjadi pada bulan Ramadhan pada tahun kedua Hijrah.Daerah Badr terletak antara Mekah dan Madinah.

Untuk membalas kekalahan dalam perang badr ini,pada tahun ketiga hijrah,sebanyak 3000 orang musyrik menyerang umat islam yang mana saat pertempuran ini hanya berjumlah 700 orang.Peperangan ini terjadi di bukit ”Uhud”,sebelah timur kota Madinah.Peperangan ini terkenak dengan nama ”Perang Uhud”.Pada permulaan laskar Islam memperoleh kemenangan,namun karena diantara mereka banyak yang melanggar aturan perang yang di tetapkan oleh Nabi Muhammad SAW,akhir laskar islam mengalami kekalahan.Tentara islam gugur sebanyak 70 orang,diantaranya Saidina Hamzah,yang masih terhitung paman Nabi sendiri,saat perang inipun Baginda nabi Muhammad SAW mengalami luka luka.

Dipihak orang Quraisy pun banyak yang gugur namu mereka puas karena kekalahan mereka pada Perang Bdr terbalaskan.hal ini menimbulkan semangat pada laskar Quraisy,hingga kemudian mereka merencanakan penyerangan berikutnya terhadap kaum muslim.Dengan dibantu oleh sekutu orang-orang Yahudi yang ada di Mekah,orang yahudi menyiapkan pasukan hingga berjumlah sekitar 10.000 orang untuk nmemusnahkan kaum muslimin.Mengantisipasi hal ini laskar islam membuat pertahan dengan menggali lobang atau parit (Khandaq) di sekeliling kota Madinah dan disanalah mareka bertahan.Kaum musyrik yang hendak menyerang laskar Islam mengepung kota Madinah hingga berhari hari lamanya hingga timbul perseteruan antara kaum Quraisy dengan sekutu –sekutu Quraisy sendiri,akhirnya mereka memutuskan kembali ke Mekah dengan kecewa dan laskar Islam memperoleh kemenangan tanpa peperangan.Perang ini terkenal dengan nama ”Perang Khandaq” atau Perang Parit.

Pada tahun ke 6 tahun Hijrah,nabi membawa 1400 umat Islam untuk melakukan Umrah ke Mekah.Dalam perjalanan mereka bertemu dengan barisan orang-orang Quraisy,karena orang Quraisy takut akan pembalasan kaum Muslimin,mereka meminta perdamaian,hingga terjadilah ”Perdamaian Hudaibiyah”,yaitu tidak akan melakukan penyeranganb pada kedua belah pihak dalam masa 10 tahun.

Dalam masa Perjanjian Hudaibiyah ini,dipergunakan oleh baginda nabi Muhammad SAW untuk mensyiarkan agama Islam dengan sebaik baiknya,diantaranya mengirim surat-surat dan utusan kepada Amir-Amir di Arab,kepada Heraclius sebagai Kaisar di Roma Timur,kepada Mukaukis sebagai Gubernur Roma Timur,kepada Kisra persia dan Negus Ethiopia.Seruan ini ada yang disambut dengan baik dan ada pula yang dicemoohkan,seperti oleh kaum Persia (Khosru II).

Nabi pun mengirim utusan kepada kabilah arab yang beragama nasrani yang berdiam di dekat batas Syria byang takluk di bawah kekuasaan Roma untuk memeluk agama Islam,tapi malang utusan beliau mati dib bunuh,oleh karena hal ini pada tahun 8 Hijrah,nabi mengutus pasukan Islam sbanyak 3000 orang dibawah pimpinan Zaid bin Haritsah,dan terjadi pertempuran dengan pasukan Heraclius yang terdiri dari bangsa Roma dan arab di desa Muktah,dekat perbatasan Syria.Dalam pertempuran ini Zaid bin Haritsah gugur dan posisi nya digantikan oleh Abdulah bin Rawahah dan Ja’far bin Abi Thalib.Kedua syuhada inipun gugur dan pimpinan dipercayakan kepada Khalid bin Walid yang terkenaldengan gelar ”Saifullah” atau Pedang Tuhan.Karena jumlah lawan yang begitu banyak,Khalid bin Walid memerintahkan pasukannya mundur dengan teratur dan kembali ke Madinah.Perang ini terkenal dengan nama ”Perang Muktah”.

Pada tahun ke 6 Hijrah,banyak warga mekah telah banyak melanggar Perjanjian Hudaibiyah.Mereka menyerang kabilah-kabilah yang bersahabat dengan  umat Islam,dan para kabilah inipun akhirnya meminta bantuan kepada Nabi.Atas hal ini pada tahun 8 Hijrah,Nabi dengan 12000 pasukan umat Islam menuju Mekah.mengetahui kedatangan laskar islam ini,para pemimpin Quraisy di bawah pimpinan Abu Sofyan menyerahkan diri.penyerahan diri ini diterima oleh Umat Islam yang mulai memenuhi kota Mekah.Nabi menyuruh menghancurkan berhala-berhala disekeliling Ka’bah seraya mengucapkan,”katakanlah,telah datang yang benar dan telah musnah yang batil”.Diantara yang menyebabkan mudahnya penaklukan Mekah adalah karena masuk Islamnya Khalid bin Walid,Amr bin Ash, dua orang panglima Arab yang tersohor.

Tahun ke 9 Hijrah,tersiar khabar bangsa Roma telah bersiap di perbatasan palestina untuk menyerang umat Islam.Untuk menghadapi hal ini Nabi menyerukan Jihad kepada umat Islam.Beliau kemudian membawa angkatan perang menuju Syam (Syiria),berhenti di ”Tabuk” beberapa hari serta menjalin persahabatan dengan penduduk disana.berdatangan juga utusan dari ”Aylah”(Pesisir Laut Khaizum),juga utusanutusan lainnya.Sementara itu Khalid bin Walid membawa sebahagian pasukan Islam ke ”Daumatul Jandal” dan menaklukkan daerah itu.Kemudian Nabi dan pasukan kembali ke Madinah,dan Perang Tabuk adalah perang terakhir di zaman Nabi.

Tahun 10 Hijrah,nabi beserta 100.000 kaum muslimin melaksanakan ibadah haji.dekat bukit Arafah beliau berkhotbah dan ketika itu turunlah wahyu.”Alyauma akmaltu lakum dinakum wa atmamtu ’alaikum ni’mati waradhitu lakumul islamadina”.

Artinya.”hari ini telah Kusempurnakan bagimu agamamu,dan telah Kami cukupkan nikmat Kami atasmu dan kami nyatakan keridhaan Kami bagimu,Islam jadi agamamu”.

Haji ini dinamakan ”Haji Wada’,atau haji terakhir karena ini adalah terakhir baginda Nabi Muhammad SAW melaksanakan ibadah haji.Sekitar 3 bulan setelah Haji Wada’,pada hari Senen,13 Rabiul Awal Tahun Hijrah (8 Juli 632 M),Rasulullah kembali keharibaan Allah SWT dalam usia 63 tahun.

 

Tambahan;

Alkhulafaur Rasyidin

1. Abu Bakar Siddik               ( 11-13 H  / 632-634 M )

2. Umar bin Khatab                ( 13-23 H  / 634-644 M )

3. Usman bin Affan                ( 23- 35 H / 644-656 M )

4. Ali bin Abi Thalib               ( 35-49 H  / 656-661 M )

Dari berbagai sumber

Category: Tasawuf dan Sufisme | Views: 2940 | Added by: dash | Rating: 0.0/0
Total comments: 0
Nama *:
Email:
Code *: